Menghormati Tuhan (bagian 12)

hormati-Tuhan-image

Semua yang diterima Yosafat dari Tuhan terjadi karena Yosafat sungguh-sungguh hidup menghormati Tuhan.

  1. Yosafat hidup menurut jejak pendahulunya yang hidup takut akan Tuhan. Dalam pasal 17:3 dikatakan, “3 Dan TUHAN menyertai Yosafat, karena ia hidup mengikuti jejak yang dahulu dari Daud, bapa leluhurnya, dan tidak mencari Baal-baal, ” Pasal 20:32 mencatat, ” 32 Ia hidup mengikuti jejak Asa, ayahnya; ia tidak menyimpang dari padanya, dan melakukan apa yang benar di mata TUHAN.”
  2. Yosafat selalu mencari Tuhan. Dalam pasal 17:4 dicatat,”4 melainkan mencari Allah ayahnya. Ia hidup menurut perintah-perintah-Nya dan tidak berbuat seperti Israel.” Dia tidak mencari allah lain (ay 3).
  3. Yosafat selalu taat kepada Tuhan. Dalam pasal 17:6 dikatakan, “6 Dengan tabah hati ia hidup menurut jalan yang ditunjukkan TUHAN. Pula ia menjauhkan dari Yehuda segala bukit pengorbanan dan tiang berhala.” Bahkan ketika ditegur karena melakukan kesalahan Yosafat tidak sakit hati, namun tetap setia kepada Tuhan. Dalam pasal 19:2-3 dicatat, ” 2 Ketika itu Yehu bin Hanani, pelihat itu, pergi menemuinya dan berkata kepada raja Yosafat: “Sewajarnyakah engkau menolong orang fasik dan bersahabat dengan mereka yang membenci TUHAN? Karena hal itu TUHAN murka terhadap engkau. 3 Namun masih terdapat hal-hal yang baik padamu, karena engkau menghapuskan tiang-tiang berhala dari negeri ini dan mencari Allah dengan tekun.”” Yosafat tetap menginstruksikan para pegawainya agar tetap hidup menghormati Tuhan, seperti yang dicatat dalam ayat 9, ” 9 Ia memerintahkan mereka: “Kamu harus bertindak dengan takut akan TUHAN, dengan setia dan dengan tulus hati, demikian: …” “
  4. Yosafat mengajar rakyatnya untuk menghormati Tuhan. Dalam pasal 17:7-9 dikatakan, “7 Pada tahun ketiga pemerintahannya ia mengutus beberapa pembesarnya, yakni Benhail, Obaja, Zakharia, Netaneel dan Mikha untuk mengajar di kota-kota Yehuda. 8 Bersama-sama mereka turut juga beberapa orang Lewi, yakni Semaya, Netanya, Zebaja, Asael, Semiramot, Yonatan, Adonia, Tobia dan Tob-Adonia disertai imam-imam Elisama dan Yoram. 9 Mereka memberikan pelajaran di Yehuda dengan membawa kitab Taurat TUHAN. Mereka mengelilingi semua kota di Yehuda sambil mengajar rakyat.” Yosafat benar-benar menjaga kehidupan rakyatnya agar selalu menghormati Tuhan. Dalam pasal 19:4 dikatakan, ” 4 Yosafat diam di Yerusalem. Ia mengadakan kunjungan pula ke daerah-daerah, dari Bersyeba sampai ke pegunungan Efraim, sambil menyuruh rakyat berbalik kepada TUHAN, Allah nenek moyang mereka.”
  5. Yosafat selalu mengandalkan Tuhan dalam segala hal. Dia selalu mencari pertolongan hanya dari Tuhan saja. Pasal 20:1-3 mengatakan, ” 1 Setelah itu bani Moab dan bani Amon datang berperang melawan Yosafat bersama-sama sepasukan orang Meunim. 2 Datanglah orang memberitahukan Yosafat: ” Suatu laskar yang besar datang dari seberang Laut Asin, dari Edom, menyerang tuanku. Sekarang mereka di Hazezon-Tamar,” yakni En-Gedi. 3 Yosafat menjadi takut, lalu mengambil keputusan untuk mencari TUHAN. Ia menyerukan kepada seluruh Yehuda supaya berpuasa.” Dalam keadaan terjepit Yosafat selalu lari kepada Tuhan untuk meminta pertolongan kepada-Nya. Pasal 18:31-32 menceritakan bagaimana Yosafat berseru kepada Tuhan ketika sedang dikepung oleh pasukan Aram, ” 31 Segera sesudah para panglima pasukan kereta itu melihat Yosafat, mereka berkata: “Itu raja Israel!” Lalu mereka mengepung dia, untuk menyerang dia, tetapi Yosafat berteriak dan TUHAN menolongnya. Allah membujuk mereka pergi dari padanya. 32 Segera sesudah para panglima pasukan kereta itu melihat, bahwa dia bukanlah raja Israel, maka undurlah mereka dari padanya.”

Melalui kehidupan Yosafat ini kita bisa belajar bagaimanakah hidup menghormati Tuhan itu.

Comment

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*
*