Menghormati Tuhan (bagian 15)

hormati-Tuhan-image

Yosia merupakan raja terakhir yang sungguh-sungguh mau menghormati Tuhan. Sebab raja-raja yang memerintah setelah dia di Israel Selatan tidak lagi hidup menghormati Tuhan. 2 Tawarikh 34:1-3 mencatat, ” 1Yosia berumur delapan tahun pada waktu ia menjadi raja dan tiga puluh satu tahun lamanya ia memerintah di Yerusalem. 2 Ia melakukan apa yang benar di mata TUHAN dan hidup seperti Daud, bapa leluhurnya, dan tidak menyimpang ke kanan atau ke kiri. 3 Pada tahun kedelapan dari pemerintahannya, ketika ia masih muda belia, ia mulai mencari Allah Daud, bapa leluhurnya, dan pada tahun kedua belas ia mulai mentahirkan Yehuda dan Yerusalem dari pada bukit-bukit pengorbanan, tiang-tiang berhala, patung-patung pahatan dan patung-patung tuangan.”

Yosia merupakan seorang raja yang reformatoris, dialah yang melakukan reformasi-reformasi di kerajaan Yehuda.

Dalam tahun ke delapan pemerintahannya dia mulai mereformasi kehidupan rohani, yakni persekutuannya dengan Allah. Ini dicatat dalam ayat 3 yang dalam bahasa Ibrani diekspresikan: “hekhel lideros le’lohe dawid abiw ( wybi_a’ dywIåDyheÞl{ale vAr§d>li lxe§he)” Hal ini menyatakan bagaimana dia mengarahkan seluruh hidupnya kepada Tuhan saja.

Dalam tahun ke duabelas dia mulai mereformasi penyembahan kepada Tuhan dengan mentahirkan kerajaannya dari segala bentuk penyembahan berhala. Dia membersihkan kerajaannya dari segala objek penyembahan yang bukan kepada Tuhan yang hidup. Dalam bahasa Ibrani diekspresikan “hekhel letaher et yehuda wirushalayim min habamoth weha’asherim wehapesilim wehamasekot  (`tAk)SeM;h;w>  ~yliÞsiP.h;w> ~yrIêvea]h’äw>  tAmB’h;-!mi ~ØIl;êv’WråywI ‘hd”Why>-ta, rheêj;l. ‘lxehe )”

Dalam tahun ke delapan belas dia mulai mereformasi peribadahan di Bait Allah dengan lebih dulu merestorasi Bait Allah. Hal ini dicatat dalam ayat 8, “8 Pada tahun kedelapan belas dari pemerintahannya, setelah selesai mentahirkan negeri dan rumah TUHAN, ia menyuruh Safan bin Azalya, dan Maaseya, penguasa kota, serta Yoah bin Yoahas, bendahara negara, untuk memperbaiki rumah TUHAN, Allahnya.” Ayat-ayat selanjutnya mencatat bagaimana para tukang dan pekerja diperintahkannya untuk melaksanakan perbaikan Bait Suci. Dalam ayat 14 diceritakan bahwa ketika pekerjaan perbaikan sedang dilakukan maka ditemukanlah gulungan Torah. ” 14 Ketika mereka mengeluarkan uang yang telah dibawa ke rumah TUHAN, imam Hilkia menemukan kitab Taurat TUHAN, yang diberikan dengan perantaraan Musa. 15 Maka berkatalah Hilkia kepada Safan, panitera negara itu: “Aku telah menemukan kitab Taurat di rumah TUHAN!” Lalu Hilkia memberikan kitab itu kepada Safan, 16 dan Safan membawa kitab itu kepada raja. Ia juga menyampaikan kabar kepada raja: “Segala sesuatu yang ditugaskan kepada hamba-hambamu, telah mereka laksanakan.” Setelah Yosia mengetahui hal ini maka dia mengumpulkan semua orang sebagaimana yang dicatat dalam ayat 30-33, ” 30 Kemudian pergilah raja ke rumah TUHAN bersama-sama semua orang Yehuda dan penduduk Yerusalem, para imam, orang-orang Lewi, dan seluruh orang awam, baik yang besar maupun yang masih kecil. Dengan didengar mereka ia membacakan segala perkataan dari kitab perjanjian yang ditemukan di rumah TUHAN itu. 31 Sesudah itu berdirilah raja pada tempatnya dan diikatnyalah perjanjian di hadapan TUHAN untuk hidup dengan mengikuti TUHAN, dan tetap menuruti perintah-perintah-Nya, peraturan-peraturan-Nya dan ketetapan-ketetapan-Nya dengan segenap hatinya dan dengan segenap jiwanya dan untuk melakukan perkataan perjanjian yang tertulis dalam kitab itu. 32 Ia menyuruh semua orang yang berada di Yerusalem dan Benyamin ikut serta dalam perjanjian itu. Dan penduduk Yerusalem berbuat menurut perjanjian Allah, yakni Allah nenek moyang mereka. 33 Yosia menjauhkan segala dewa kekejian dari semua daerah orang Israel dan menyuruh semua orang yang ada di Israel beribadah kepada TUHAN, Allah mereka. Maka sepanjang hidup Yosia mereka tidak menyimpang mengikuti TUHAN, Allah nenek moyang mereka.”

Selanjutnya Yosia mulai lagi merayakan Paskah seperti yang dicatat dalam pasal 35:1, “Kemudian Yosia merayakan Paskah bagi TUHAN di Yerusalem. Domba Paskah disembelih pada tanggal empat belas bulan yang pertama.”

Dalam menghormati Tuhan, maka hubungan kita dengan Tuhan haruslah beres, kemudian penyembahan kepada Tuhan haruslah yang terutama dalam hidup kita.

Comment

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*
*