Menghormati Tuhan (Bagian 5)

Wahyu 4:11 mengatakan,”Ya Tuhan dan Allah kami, Engkau layak menerima puji-pujian dan hormat dan kuasa; sebab Engkau telah menciptakan segala sesuatu; dan oleh karena kehendak-Mu semuanya itu ada dan diciptakan.”
Pasal 4 ini menceritakan tentang apa yang terjadi di sorga. Dalam penglihatan itu tampak bahwa Allah duduk di atas takhta sementara yang ada di sekelilingnya sujud menyembah dan menghormati Tuhan. Perlu dipahami bahwa kitab Wahyu ini merupakan catatan mengenai penglihatan yang dilihat oleh Yohanes. Oleh karena itu ketika kita mempelajari Kitab Wahyu, kita harus mengerti bahwa ini adalah penglihatan (apokalyps). Penglihatan ini membawa message (pesan) secara khusus. Pesan (message) inilah yang harus kita pahami.
Menghormati Tuhan menunjukkan bagaimana Dia memang layak. Dalam ayat 3-5 dicatat betapa Allah itu begitu mulia,” 3Dan Dia yang duduk di takhta itu nampaknya bagaikan permata yaspis dan permata sardis; dan suatu pelangi melingkungi takhta itu gilang-gemilang bagaikan zamrud rupanya.4Dan sekeliling takhta itu ada dua puluh empat takhta, dan di takhta-takhta itu duduk dua puluh empat tua-tua, yang memakai pakaian putih dan mahkota emas di kepala mereka.5Dan dari takhta itu keluar kilat dan bunyi guruh yang menderu, dan tujuh obor menyala-nyala di hadapan takhta itu: itulah ketujuh Roh Allah.”
Selanjutnya menghormati Tuhan merupakan sesuatu yang tidak perlu disuruh lagi. Di hadapan Tuhan tidak ada yang lain yang dilakukan selain dari memuji dan menghormati Tuhan. Tidak ada kata-kata lain selain dari ucapan yang memuliakan serta menghormati Tuhan. Menghormati Tuhan haruslah merupakan yang utama dalam hidup kita. Dalam ayat 9-10 dikatakan, ” 9Dan setiap kali makhluk-makhluk itu mempersembahkan puji-pujian, dan hormat dan ucapan syukur kepada Dia, yang duduk di atas takhta itu dan yang hidup sampai selama-lamanya,
10maka tersungkurlah kedua puluh empat tua-tua itu di hadapan Dia yang duduk di atas takhta itu, dan mereka menyembah Dia yang hidup sampai selama-lamanya. Dan mereka melemparkan mahkotanya di hadapan takhta itu, sambil berkata:…” Ketika menghormati Tuhan kita jadikan sebagai fokus utama dalam hidup kita, maka hal-hal yang lain atau kebutuhan-kebutuhan kita akan menjadi urusan Tuhan. Dia sendiri yang akan menyelesaikannya bagi kita.
Jikalau kita sungguh-sungguh menyadari bahwa Tuhan memang layak untuk dihormati dan menghormati Tuhan ini menjadi yang terutama dalam hidup kita, maka sepanjang tahun ini semuanya akan diselesaikan-Nya bagi kita.

Comment

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*
*