Merayakan Natal. Alkitabiah Kah?

alkitab

Beberapa minggu yang lalu setelah ibadah doa malam di gereja kami, seorang bapak yang sedang berkunjung di gereja kami mengatakan kepada saya bahwa di gerejanya tidak mengadakan perayaan Natal pada setiap bulan Desember. “Anda tahu kalo Yesus bukan dilahirkan pada bulan Desember?” kata bapak itu kepada saya. “Pada dasarnya orang dulu itu merayakannya dan bertepatan untuk memuja dewa-dewa.. apa gitu.” lanjut bapak itu. “Tahukah kalo Yesus itu dilahirkan sekitar bulan April.. bukan Desember? Tidak ada di dalam Alkitab yang mengatakan bahwa Yesus lahir pada tanggal 25 desember. Jadi tidak baik dan tidak alkitabiah jika kita merayakannya!” lanjut bapak itu kembali sambil meneruskan penjelasannya yang.. masuk akal dan.. mungkin saja… benar.

“Pak, gereja kami memilih ibadah doa malam di hari kamis disini tidak ada di Alkitab. Ibadah di hari minggu setiap pagi yang dimulai jam delapan juga tidak ada di dalam Alkitab. Kebaktian kaum wanita setiap hari jumat di gereja kami dan juga gereja-gereja lain memilih mengadakan pada hari-hari lainnya tidak ada dalam Alkitab. Kebaktian Kebangunan Rohani yang diadakan malam hari oleh banyak gereja juga tidak ada dalam Alkitab. Tuhan tidak pernah menyuruh kita untuk merayakan harinya atau waktunya.. tetapi merayakan arti dari kelahiranNya, keberadaanNya, dan kebesaranNya di dalam hidup kita dan bagi kita. Jadi jangan melarang orang lain untuk merayakan natal di bulan desember.” jawab saya kepada bapak tersebut dengan penuh hormat.

(Mazmur 118:24)

(Diambil dari “Catatan-catatan Kecil Roy Rampengan di Facebook)

Comment

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*
*