Pencuri ( o kleptes )

Pencuri (o kleptes)

Yohanes 10:10 “Pencuri datang hanya untuk mencuri dan membunuh dan membinasakan; Aku datang, supaya mereka mempunyai hidup, dan mempunyainya dalam segala kelimpahan.”

Tuhan Yesus sendirilah yang menyatakan bahwa pencuri itu ada. Kata Yunani yang dipakai di sini adalah “o kleptes”, yang berarti ‘stealer atau thief’. Bahkan dia bukan saja mencuri akan tetapi juga membunuh dan membinasakan.

Mencuri, membunuh dan membinasakan adalah perbuatan si jahat. Dialah si iblis yang selalu melakukan yang jahat. Akan tetapi Allah adalah Allah yang baik. Dalam ayat 11 Tuhan Yesus dengan tegas mengatakan, “Akulah gembala yang baik. Gembala yang baik memberikan nyawanya bagi domba-dombanya;” Segala ketidak-baikkan yang terjadi dalam hidup manusia adalah akibat dari perbuatan si jahat.

Allah yang baik sama sekali tidak pernah memberikan yang tidak baik kepada manusia. Memang iblis senang sekali apabila manusia mengalami kebingungan, sampai-sampai seringkali muncul anggapan bahwa Tuhanlah seakan-akan yang kejam dan iblislah yang baik. Padahal kenyataannya sama sekali tidaklah demikian. Allah tetap adalah Allah yang baik dan iblislah yang selalu melakukan segala yang jahat tersebut.

Kisah hidup Ayub misalnya, selalu mendatangkan kebingungan. Sebab bagaimana mungkin seorang sesaleh Ayub bisa mengalami penderitaan seperti itu. Dalam hal ini Allahlah yang selalu menjadi sasaran kecurigaan, bahwa Allah sedang menguji kesetiaan Ayub, Allah sedang mencobai Ayub yang saleh tersebut dan lain sebagainya. Sebenarnya sudah dicatat dengan jelas sekali di sana bahwa iblislah yang menyebabkan semua itu terjadi dalam diri Ayub. Namun masih banyak orang yang meyakini bahwa Allah bertanggung jawab atas semua yang terjadi pada Ayub. Inilah yang disukai iblis, karena dia selalu berusaha mengelabui manusia dengan mengaburkan inti permasalahannya.

Dalam kasus Ayub, Allah bukanlah pihak yang harus bertanggung jawab. Akan tetapi semua penderitaan Ayub adalah pekerjaan iblis yang selalu membuat manusia sengsara. Kehidupan manusia yang hancur berantakan sampai saat ini juga merupakan akibat dari ulah si jahat. Adam dan Hawa jatuh ke dalam pencobaan iblis sehingga seluruh keturunannya sampai saat ini sengsara. Akan tetapi anugerah Allah itu besar. Dia memberikan Yesus Kristus untuk mengambil alih semua penderitaan kita, bahkan sakit penyakit kita. Yesus mati di atas kayu salib supaya kita boleh hidup dan menikmati hidup yang kekal.

Allah adalah Allah yang berkenan memulihkan kita. Sebagaimana Ayub, justru Allahlah yang memulihkan kembali apa yang telah dirusak oleh iblis. Dialah si jahat yang mencuri dan membunuh dan membinasakan. Marilah kita senantiasa waspada terhadap pencuri seperti ini. Apabila kehidupan kita dipenuhi Firman-Nya, maka si jahat tidak akan dapat menjamah kita.

Pdt. Dr. Samuel Hosea.

Comment

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*
*