Peripateo (anak bungsu) 36

en-auto-peripateo

Dalam perumpamaan Tuhan Yesus mengenai anak terhilang, si anak bungsu merupakan contoh bagaimana orang yang berjalan di luar jalur. Lukas 15:11-24 diceritakan, “11 Yesus berkata lagi: ‘Ada seorang mempunyai dua anak laki-laki. 12 Kata yang bungsu kepada ayahnya: Bapa, berikanlah kepadaku bagian harta milik kita yang menjadi hakku. Lalu ayahnya membagi-bagikan harta kekayaan itu di antara mereka. 13 Beberapa hari kemudian anak bungsu itu menjual seluruh bagiannya itu lalu pergi ke negeri yang jauh. Di sana ia memboroskan harta miliknya itu dengan hidup berfoya-foya. 14 Setelah dihabiskannya semuanya, timbullah bencana kelaparan di dalam negeri itu dan iapun mulai melarat. 15 Lalu ia pergi dan bekerja pada seorang majikan di negeri itu. Orang itu menyuruhnya ke ladang untuk menjaga babinya. 16 Lalu ia ingin mengisi perutnya dengan ampas yang menjadi makanan babi itu, tetapi tidak seorangpun yang memberikannya kepadanya.
17 Lalu ia menyadari keadaannya, katanya: Betapa banyaknya orang upahan bapaku yang berlimpah-limpah makanannya, tetapi aku di sini mati kelaparan. 18 Aku akan bangkit dan pergi kepada bapaku dan berkata kepadanya: Bapa, aku telah berdosa terhadap sorga dan terhadap bapa, 19 aku tidak layak lagi disebutkan anak bapa; jadikanlah aku sebagai salah seorang upahan bapa. 20 Maka bangkitlah ia dan pergi kepada bapanya. Ketika ia masih jauh, ayahnya telah melihatnya, lalu tergeraklah hatinya oleh belas kasihan. Ayahnya itu berlari mendapatkan dia lalu merangkul dan mencium dia. 21 Kata anak itu kepadanya: Bapa, aku telah berdosa terhadap sorga dan terhadap bapa, aku tidak layak lagi disebutkan anak bapa. 22 Tetapi ayah itu berkata kepada hamba-hambanya: Lekaslah bawa ke mari jubah yang terbaik, pakaikanlah itu kepadanya dan kenakanlah cincin pada jarinya dan sepatu pada kakinya. 23 Dan ambillah anak lembu tambun itu, sembelihlah dia dan marilah kita makan dan bersukacita. 24 Sebab anakku ini telah mati dan menjadi hidup kembali, ia telah hilang dan didapat kembali. Maka mulailah mereka bersukaria.'”
Berjalan di luar jalur Tuhan tidak akan memberikan hari depan yang penuh harapan. Hal ini terjadi karena: pertama, di luar jalur Tuhan tidak ada tuntunan ataupun pimpinan Roh Kudus. Galatia 5:16 mengatakan bahwa kita harus berjalan dipimpin oleh Roh Kudus. Yohanes 16:13 mengatakan bahwa Roh Kuduslah yang menuntun kita kepada segala kebenaran. Si anak bungsu menganggap bahwa dirinya bisa melakukan apa saja yang diingininya, namun karena tidak ada yang menuntunnya, maka dia terjerumus ke dalam kesulitan-kesulitan. Orang yang tidak berjalan di jalur Tuhan akan melakukan semua dengan sesuka hatinya sendiri. Inilah yang akan menjerumuskan kita ke dalam kesengsaraan.Roh Kudus hanya berkenan memimpin orang yang mau berjalan di jalur Tuhan saja.
Kedua, di luar jalur Tuhan segalanya adalah fana dan semu. Sekalipun si anak bungsu tampak berkelimpahan dengan harta, namun itu hanya seperti uap yang dalam sekejap akan lenyap. Materi yang sama di tangan orang yang berjalan di jalur Tuhan akan berbeda hasilnya. Di dalam jalur Tuhan tidak fana dan tidak semu. Sebaliknya di luar jalur Tuhan semuanya adalah fan dan semu.

Comment

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*
*